SiregarsFamily's Blog

everyday with you is adventure

suka “SUKA” menjadi keluarga Indonesia (nomaden) di luar negeri

well, tulisan ini dilatarbelakangi dari adanya komentar beberapa teman tentang pengalaman kami tinggal di luar negeri, seperti misalnya “waaahh.. jalan-jalan terus…”, “enak yaaa tinggal di luar negeri” en de bre en de bre… banyak lah pokoknya…

so then, kali ini mau berkisah (atau curhat colongan?) tentang suka dan “SUKA” menjadi keluarga Indonesia (yang tinggal nomaden) di luar negeri…

SUKA nya…

  • bisa traveling; perjalanan kami berpindah-pindah dari satu negara ke negara lain memperkaya pengalaman hidup, kalau bukan karena faktor pekerjaan yang membuat kami berpindah-pindah belum tentu kami bisa nyangsang di kota-kota eksotis dan seksi seperti Mexico City, kota beku namun stunning di Oslo atau Iceland, negara indah dengan nama yang menyesatkan?
  • traveling juga membuat kami dapat mensyukuri nikmat Allah dengan mengunjungi dan melihat ciptaanNya lebih dekat lagi, Subhanallah terimakasih ya Allah, serius deh semua ciptaan Allah itu super duper keren!
  • bisa belajar masak; somehow ini beneran lhoh, ini adalah salah satu keahlian yang dipunyai karena faktor kepepet, ga buat laki-laki atau perempuan ini bermanfaat lhoh percaya ga percaya, bisa masak itu memperpanjang tali silaturahmi dengan teman-teman lainnya.
  • tinggal di luar negeri juga sedikit banyak membuat kita menjadi lebih mandiri; karena siapa juga yang mau diandalkan kecuali diri sendiri ataupun pasangan kalau disini? apa-apa dilakuin sendiri, engga ada supir, si mbak yang bisa bantuin kita; core business rumah tangga semua di handle sendiri  😉
  • selalu update dengan teknologi dan ini ga hanya buat kita, tapi buat keluarga besar.  karena tinggal berjauhan mau ga mau keluarga di tanah air juga harus belajar keras untuk bisa chatting ataupun  video call dengan kita, hal yang bagus kan 😉

“SUKA” nya…

  • otomatis romantis; ini emang judul film, tapi yang dimaksud disini adalah karena kadangkala proses mendapatkan visa bagi spouses itu merupakan perjalanan panjang yang melelahkan, penuh dengan printilan dokumen, proses, prosedur imigrasi ke negara tujuan yang kadang prosesnya bisa sampai 4 bulan lamanya. Lalu? ya berarti selama sekian lama proses belum mendapatkan visa ya terpaksa harus jauh-jauhan alias LDR (Long Distance Relationship) sama pasangan.  Sedih? ya jelas. Kangen? ya pasti.  nahhh karena itu lah, LDR berkepanjangan pada akhirnya membuat kita jadi lebih menghargai keberadaan pasangan pada saat kita dekat, tapi apapun jaraknya, jauh-dekat tetap romantis lah, hehehe.  LDR itu baru satu hal, belum lagi scene-scene yang terjadi di bandara, ini kalau kita sebagai isteri engga bisa langsung berangkat bareng, proses mewek pasti ada, rasa-rasa sedih berpisah yang ga jelas kapan bisa ketemu lagi.
  • harus siap ditempatkan kemana aja; ini kejadian di kelas kursus bahasa Spanyol, salah satu temen yang juga isteri engineer, suaminya  tiba-tiba harus dipindah tugaskan dari Mexico City ke Dominican Republic, yang ada dia menangis sengugukan pas waktu berpisah dengan teman-teman lain.  yaa gimana, jadi isteri Engineer (yang nomaden) itu harus siap kapan aja pindah secara mendadak karena faktor pindah kerjaan.  ngebayang, baru dapat teman baru, baru bisa beradaptasi dengan lingkungan, harus pindah dan mengulang proses adaptasi dari awal lagi di tempat baru.
  • kangen; ya kangen keluarga, kangen tanah air, kangen pengen makan masakan Indonesia, itu pasti terjadi, enak kalau di tempat tinggal kita ada menjual bahan makanan halal dan sesuai dengan selera orang Indonesia, tapi kalau engga, alamat ngenes dan makan makanan Indonesia hanya bisa lewat mimpi, hay haayy…. 🙂

Well, mengutip quote berikut…

“The purpose of life is to live it, to taste experience to the utmost, to reach out eagerly and without fear for newer and richer experience.”
― Eleanor Roosevelt

Kami percaya apapun pengalaman hidup yang kami lalui entah itu suka atau pun “suka” tetap akan memperkaya dan memperindah warna – warni perjalanan hidup kami. “suka” itu walaupun bagaimana sedihnya tetap menyimpan sejuta makna dan indah, tinggal bagaimana kita menyikapi dan mengambil hikmah dari segala “suka” itu.

betul begitu…?

moving_life_mudanzas

Advertisements

2 comments on “suka “SUKA” menjadi keluarga Indonesia (nomaden) di luar negeri

  1. nisamama
    February 21, 2013

    betuul… salam dari jepang mba…. 😉

    • siregarsfamily
      February 21, 2013

      halo mba, salam kenal ya, thanks sudah berkunjung di blog kami 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on February 2, 2013 by in tips & trick and tagged , , , , , , , , , , , .

Archives

Thanks for Visiting us!

free counters

masukkan email Anda untuk mem-follow blog kami dan menerima notifikasi posting terbaru kami melalui email.

%d bloggers like this: